Bengkel Vokasi Mulai Uji Tangki Hidrogen untuk Sepeda Motor Listrik
Laboratorium energi sekolah menengah vokasi di Sangatta mulai menguji tangki penyimpanan hidrogen bertekanan rendah untuk memperpanjang jar…
Musim kemarau tahun ini menyingkap sesuatu yang jarang dibicarakan: banyak mata air di sekitar sekolah yang selama ini jadi andalan kini mengering lebih cepat dari biasanya.
Jam istirahat pertama, Emir bergegas ke belakang mushala untuk mengecek bak penampung. Airnya hanya sepertiga. Emir menghela napas, lalu mengisi jeriken plastik dari keran utama yang berada lebih dekat dengan sumur bor sekolah.
Menurut catatan posko air sekolah, kebutuhan harian rata-rata 2.400 liter. Sebelum kemarau, mata air peninggalan belanda di lereng belakang bisa memenuhi separuhnya. Sekarang debitnya nyaris nol sejak akhir Agustus.
Air bukan hanya kebutuhan teknis. Ia juga pelajaran kesabaran untuk seluruh warga sekolah. — Guru Biologi
Tim kerja sama dengan pemerintah desa telah diusulkan untuk memetakan ulang titik mata air. Semua berharap hujan datang sebelum jadwal ujian praktik akhir semester.