Nekat, Kreatif, dan Konsisten: Percakapan dengan Perupa Muda
Dari studio sewa seluas kamar tidur hingga pameran tunggal. Ia menceritakan bagaimana rasa takut justru menjadi bahan bakar karya.
Lebih dari 120 judul terdaftar tahun ini — rekor tertinggi. Para sineas muda mendominasi kategori dokumenter dan fiksi pendek.
Festival film independen terbesar di kawasan ini akhirnya kembali ke format penuh setelah beberapa edisi berjalan terbatas. Panitia mencatat 121 judul terdaftar — melampaui rekor edisi 2019 — dengan mayoritas karya datang dari sineas di bawah 30 tahun.
Yang menarik tahun ini bukan hanya jumlahnya, tetapi bentuknya. Kategori dokumenter tumbuh paling cepat, banyak di antaranya dibuat dengan kamera ponsel dan biaya produksi di bawah lima puluh juta rupiah.
Salah satu juri menilai keberanian para sineas muda dalam mengangkat isu rumah tangga kecil — dari retaknya ketahanan pangan keluarga hingga suara para migran — menjadi ciri khas kompetisi tahun ini.
Festival diharapkan menjadi lokomotif kecil ekonomi kreatif. Pekan ini saja, kesepakatan produksi bersama dikabarkan telah ditandatangani untuk tiga proyek dokumenter. “Kami berharap ini bukan festival, melainkan pintu masuk berkelanjutan,” ujar salah satu programer.