Jumat, 18 September 2026 Edisi Digital
Menulis dengan teliti · melihat dengan jernih
Terbaru
Hiburan · Berita & Laporan

Festival Film Independen Kembali Digelar Setelah Pandemi

Lebih dari 120 judul terdaftar tahun ini — rekor tertinggi. Para sineas muda mendominasi kategori dokumenter dan fiksi pendek.

Festival film independen terbesar di kawasan ini akhirnya kembali ke format penuh setelah beberapa edisi berjalan terbatas. Panitia mencatat 121 judul terdaftar — melampaui rekor edisi 2019 — dengan mayoritas karya datang dari sineas di bawah 30 tahun.

Generasi Baru, Format Lama yang Hidup Kembali

Yang menarik tahun ini bukan hanya jumlahnya, tetapi bentuknya. Kategori dokumenter tumbuh paling cepat, banyak di antaranya dibuat dengan kamera ponsel dan biaya produksi di bawah lima puluh juta rupiah.

Ruang pemutaran utama festival.
Ruang pemutaran utama festival.

Salah satu juri menilai keberanian para sineas muda dalam mengangkat isu rumah tangga kecil — dari retaknya ketahanan pangan keluarga hingga suara para migran — menjadi ciri khas kompetisi tahun ini.

Harapan Ekonomi Kreatif

Festival diharapkan menjadi lokomotif kecil ekonomi kreatif. Pekan ini saja, kesepakatan produksi bersama dikabarkan telah ditandatangani untuk tiga proyek dokumenter. “Kami berharap ini bukan festival, melainkan pintu masuk berkelanjutan,” ujar salah satu programer.

Bacaan Terkait

Lebih banyak →